UTP Surakarta Kaji Rantai Pasok MBG untuk Tingkatkan Efektivitas Program Nasional
Semarang, 7 Mei 2026 - Universitas Tunas Pembangunan Surakarta melalui Tim Peneliti Fakultas Ekonomi dan Bisnis serta Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan kembali memperkuat kontribusi akademiknya dalam mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis. Tim peneliti melakukan koordinasi dengan unsur Pemerintah Daerah dan Badan Gizi Nasional di daerah wilayah Semarang untuk mempersiapkan agenda Focus Group Discussion bersama berbagai pemangku kepentingan.
Kegiatan koordinasi ini merupakan bagian dari pelaksanaan Hibah Riset Fundamental Reguler Program Hibah BIMA Kemendiktisaintek dengan judul penelitian “Analisis Kinerja Rantai Pasok Program Makan Bergizi Gratis untuk Mencapai Sustainability dengan Pendekatan Environmental, Social and Governance”. Penelitian tersebut diarahkan untuk mengkaji kinerja rantai pasok Program Makan Bergizi Gratis secara lebih komprehensif, mulai dari aspek distribusi, tata kelola, keberlanjutan, hingga dampak sosial bagi masyarakat penerima manfaat.
Koordinasi di Semarang difokuskan pada penyusunan jadwal FGD yang akan melibatkan Badan Gizi Nasional, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi, perwakilan sekolah, dan pesantren. Forum tersebut dirancang sebagai ruang dialog untuk menghimpun informasi faktual, masukan teknis, serta pengalaman para pelaksana program di lapangan. Melalui FGD, tim peneliti berharap dapat memperoleh gambaran yang lebih mendalam mengenai kesiapan satuan layanan, pola distribusi bahan pangan, koordinasi antaraktor, serta tantangan yang muncul dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis.
Penelitian ini dilaksanakan oleh tim dosen UTP Surakarta yang terdiri atas Dr. Susilaningtyas Budiana Kurniawati, S.E., M.Si. sebagai ketua peneliti, dengan anggota Syahriar Abdullah, S.E., M.Si. dan Eny Kusumawati, M.Pd. Kegiatan riset juga mendapat dukungan dari Dr. Retnoning Ambarwati, S.E., M.Si., Dr. Elvia Ivada, S.E., M.Si., Ak., dan Zandra Dwanita Widodo, S.Pd.,S.E., M.M.
Dr. Susilaningtyas Budiana Kurniawati, S.E., M.Si., menyampaikan bahwa koordinasi lintas pemangku kepentingan menjadi tahapan penting agar penelitian memiliki kedalaman data dan relevansi kebijakan. Menurutnya, Program Makan Bergizi Gratis membutuhkan sistem rantai pasok yang tidak hanya efisien secara operasional, tetapi juga berorientasi pada keberlanjutan lingkungan, manfaat sosial, dan tata kelola yang akuntabel.
“Melalui koordinasi ini, kami ingin memastikan bahwa penelitian yang dilakukan benar-benar menangkap dinamika pelaksanaan MBG di lapangan. Rantai pasok program ini melibatkan banyak aktor, mulai dari penyedia bahan pangan, satuan pelayanan, lembaga pendidikan, hingga pemerintah daerah. Karena itu, pendekatan ESG menjadi penting untuk melihat keberlanjutan program secara lebih menyeluruh,” ujar Dr. Susilaningtyas.
Selain melibatkan dosen lintas bidang, penelitian ini juga menjadi ruang pembelajaran kolaboratif bagi mahasiswa. Mahasiswa yang terlibat berasal dari Program Studi Akuntansi, Manajemen, serta Bimbingan dan Konseling, yaitu Adrian, Melanie, Ellivia, Herna, Fara, Talita, dan Laras. Pelibatan mahasiswa tersebut menjadi bentuk penguatan budaya riset di lingkungan UTP Surakarta sekaligus memperluas pengalaman akademik mahasiswa dalam kegiatan penelitian berbasis isu strategis nasional.
Melalui penelitian ini, UTP Surakarta menargetkan tersusunnya rekomendasi strategis untuk mendukung optimalisasi rantai pasok Program Makan Bergizi Gratis. Rekomendasi tersebut diharapkan dapat menjadi masukan bagi pemerintah dan pemangku kepentingan dalam meningkatkan efektivitas distribusi, akuntabilitas pengelolaan, kualitas layanan, serta dampak sosial program bagi peserta didik, sekolah, pesantren, dan masyarakat.
Pendekatan Environmental, Social and Governance dalam riset ini memberikan kerangka analisis yang lebih luas terhadap pelaksanaan MBG. Aspek lingkungan berkaitan dengan efisiensi penggunaan sumber daya dan pengelolaan limbah; aspek sosial berkaitan dengan manfaat program bagi peserta didik dan masyarakat; sedangkan aspek tata kelola berkaitan dengan transparansi, koordinasi, akuntabilitas, dan efektivitas kelembagaan antaraktor pelaksana.
Dengan terlaksananya koordinasi di wilayah Semarang, UTP Surakarta menegaskan perannya sebagai perguruan tinggi yang aktif mendukung kebijakan nasional melalui riset berbasis data. Hasil penelitian diharapkan tidak hanya memberikan kontribusi akademik, tetapi juga menghadirkan rekomendasi praktis bagi penguatan Program Makan Bergizi Gratis agar lebih tepat sasaran, berkelanjutan, dan berdampak luas bagi kesejahteraan masyarakat.
Universitas Tunas Pembangunan
Kampus 1 Jl. Balekambang Lor No. 1,Manahan,Surakarta, Jawa Tengah
Kampus 2 Jl. Walanda Maramis No.31, Nusukan, Kec. Banjarsari, Kota Surakarta, Jawa Tengah
Apa Yang Kamu Butuhkan ?
Konsultasi OnlinePanduan Pendaftaran
E-Brosur
Langsung Daftarkan Dirimu
Pendaftaran Mahasiswa Baru