Kehadiran PTA, Peluang UTP Surakarta Wujudkan Fakultas Teknologi Industri dan Dirgantara

Rektor UTP

Prof. Tresna P. Soemardi

Kebijakan Pemerintah yang memberikan ijin operasional bagi Perguruan Tinggi Asing di Indonesia bukan ancaman, namun justru peluang bagi Perguruan Tinggi di Indonesia untuk berkembang dan berinovasi.

Penegasan itu disampaikan Rektor Universitas Tunas Pembangunan (UTP) Surakarta, Prof. Dr. Ir. Tresna Priyana Soemardi dijumpai wartawan hari ini, Sabtu (10/3/2018) di ruang kerjanya.

Dikatakan, pihaknya melirik peluang tersebut, terkait akan dibukanya Fakultas Teknologi Industri dan Dirgantara di UTP, karena dengan banyaknya tenaga ahli dari Luar negeri dari Perguruan Tinggi Asing tersebut, Ijin yang diajukan untuk membuka Fakultas baru akan lebih cepat. Untuk itu, pihaknya justru akan memfasilitasi Perguruan Tinggi Asing agar segera dapat beroperasional di Indonesia.

Saat ini pihaknya telah menyiapkan sarana prasarana dan membentuk  Tim yang akan menyiapkan proposal pengajuan ijin pembukaan Fakultas Teknologi  Industri dan Dirgantara, yang ditargetkan akhir tahun 2018 ini  pengajuan ijin telah dikirim ke Kemenristekdikti, selain menyiapkan perekrutan dosen, meski sebagian dosen Teknik Mesin berkualifikasi S2  telah dimilikinya.

Pakar Teknik Mesin yang resmi menjadi Rektor UTP Surakarta sejak 22 Februari 2018 tersebut mentargetkan Ijin dapat diraihnya minimal tahun 2022.

“Tahun  2022 saya targetkan ijin sudah keluar untuk mendirikan Fakultas Teknologi Industri dan Dirgantara, nanti prodinya ada prodi teknik industri, prodi elektro, mesin ada prodi dirgantara, itu tahun 2022 paling jelek ijinnya sudah keluar, syukur-syukur sudah beroperasi,” harapnya.

Jika Fakultas telah beroperasional pihaknya juga akan menjalin kerjasama dengan PT Regio Aviasi Industri. Kerjasama dengan perusahaan yang didirikan BJ Habibie dan Ilham Habibie untuk menunjang pembelajaran mahasiswa dengan melakukan magang kerja di perusahaan tersebut.

Mengawali berdirinya Fakultas baru tersebut, pihaknya tahun ini akan membuka program Diploma Teknik Mesin, Teknik Elektro dan Dirgantara, khususnya perawatan pesawat, karena pendirian program vokasi merupakan otoritas Universitas dan ijin hanya perlu memberitahu Kopertis.

Sumber : www.rri.co.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>